
Aloha!
Sebagai orang tua, apalagi orang tua baru, pasti pernah mendapat saran atau masukan untuk sering mengajak bayi berbicara. Padahal bayi belum bisa menjawab juga, kan?
Sepenting dan sejauh apa ya peranan suara dalam perkembangan otak bayi?
Bagaimana sebaiknya mengoptimalkan peran tersebut supaya perkembangan otak bayi lebih baik?
Yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya!
Peran Suara dalam Perkembangan Otak Bayi
Sejak dalam kandungan, terlebih saat tahun-tahun awal kehidupannya, otak bayi berkembang dengan pesat.
Menurut penelitian dari Harvard University’s Center on the Developing Child, rangsangan atau stimulus sensori yang tepat akan membantu membentuk koneksi antar neuron yang sangat penting untuk perkembangan otak awal.
Selain cahaya dan sentuhan, suara merupakan stimulus sensori yang sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Suara dapat mempengaruhi perkembangan bahasa dan emosi anak.
Biasanya, detak jantung ibu adalah suara pertama yang didengar oleh bayi. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa bayi sudah bisa mengenali suara ibunya sejak mereka masih dalam kandungan.
3. Manfaat Stimulasi Suara Bagi Bayi
1. Perkembangan Bahasa
Menurut Dr. Patricia Kuhl, ahli neurosains dari University of Washington, bayi mulai belajar bahasa sejak dini melalui suara yang ada di sekeliling mereka, terutama suara manusia.
Semakin sering bayi mendengar bahasa lisan, semakin cepat pula kemampuan bahasanya berkembang.
American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyampaikan bahwa bayi yang sering diajak berbicara dapat memiliki kosakata yang lebih kaya saat balita.
Nah, semangat dan rajin ajak si kecil berbicara, ya Parents!
2. Stimulasi dan Koneksi Sosial – Emosional
Suara orang tua, terutama saat berbicara dengan lembut atau bernyanyi, bisa membuat rasa aman dan nyaman bagi bayi. Selain mendukung perkembangan emosional dan sosial yang sehat, hal ini biasa memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
3. Meningkatkan Perhatian dan Ingatan
Musik atau suara dengan pola tertentu, seperti mendengarkan lagu atau pola suara tertentu, yang konsisten didengarkan pada bayi, membantu bayi belajar hal di sekitarnya.
Bayi belajar membedakan dan mengingat suara yang berbeda, sehingga mendukung aktivitas kognitif anak dalam meningkatkan fokus dan ingatan anak.
4 Tips Stimulasi Suara untuk Optimalkan Perkembangan Otak
1. Ajak Anak Mengobrol Setiap Hari
Hal ini saya rasakan sendiri juga di kedua anak saya. Setiap interaksi fisik sama mereka, dari bayi pasti saya usahakan untuk ngobrol.
Pas lagi mandi, sambil memandikan saya juga mengenalkan barang atau kegiatan yang saya lakukan. Misalnya, “Sekarang kita mandi, ya. Keramas, ya nak. Nih, dibasahin rambutnya, namanya keramas. Kalau keramas pakai shampoo, ya.” Jadi ada interaksi dari saya, meskipun anak masih belum bisa merespon dengan kata-kata.
2. Gunakan Mainan Elektronik dan Bersuara dengan Bijak
Pilih mainan dengan suara yang lembut dan tidak terlalu kompleks. Batasi penggunaan mainan elektronik dan bersuara karena dapat menimbulkan overstimulasi pada anak. Bahkan, penelitian akhir-akhir ini menyatakan kalau mainan bersuara tidak direkomendasikan lagi. Coba dibahas di artikel berikutnya lain waktu, ya.
3. Seimbangkan Aktivitas Interaktif dan Mainan Elektronik
Di samping menggunakan mainan elektronik, ajak anak juga sambil beraktivitas bersama. Misalnya, sambil mendengarkan lagu dari mainan, ajak bayi menari atau menggerakkan badannya mengikuti irama lagu tersebut.
Kalau di rumah, ada mainan yang bisa bersuara mengeluarkan bunyi alfabet, ada juga yang suara binatang. Biasanya saya ulangi lagi dengan suara saya sendiri atau minta anak saya mengulangi sendiri. Jadi, tetap ada aktivitas langsung antara pengasuh (dalam konteks ini saya sendiri) dengan anak.
4. Perhatikan Respon Bayi
Jika bayi tampak gelisah, menutup telinga, atau menangis saat mendengar suara tertentu, segera hentikan stimulus atau jauhkan dari sumber suara.
Mengingat pentingnya peran suara perkembangan otak bayi, sebagai orang tua kita perlu memperhatikan stimulus tersebut dengan bijak.
Perlu diingat juga bahwa stimulus suara yang paling penting adalah suara manusia, terutama suara kita sebagai orang tua. Cara kita berbicara mempengaruhi bagaimana anak mempelajari emosi kita, sedangkan cara kita merespon mempengaruhi bagaimana anak melihat dirinya di mata kita.
Jadi, perhatikan interaksi dan intonasi suara kita, ya.
“Dalam tiap kata dan cerita, kita membangun jembatan emas untuk perkembangan otak anak.“
Semangat, Parents!
Referensi:
https://developingchild.harvard.edu/key-concept/brain-architecture/
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Hearing-and-Making-Sounds.aspx
https://publications.aap.org/journal-blogs/blog/5406/The-Power-of-Conversation-with-Kids?autologincheck=redirected
https://raisingchildren.net.au/newborns/development/development-tracker/0-1-month