Aloha!
Di pertengahan April 2026 ini, aku dan suami memutuskan untuk ajak anak keduaku, Fjora, pergi ke bioskop, untuk yang pertama kali.
Usianya 3 tahun 10 bulan. Sempat timbang sana sini, apa ini waktu yang tepat untuk ajak si toddler ini ke bioskop.
Please don’t judge, yaa. Setiap parents punya rules dan pertimbangan masing-masing di keluarganya, asalkan keputusan ini tidak merugikan anak dan pengunjung yang lain sih, menurutku.
Dulu, kakaknya aku ajak ke bioskop di umur 4 tahun beberapa bulan saat acara komunitas Ibu Kece Club.
Pertimbangan Mengajak Toddler Pertama Kali ke Bioskop
Kalo menurut kami, ini beberapa pertimbangan kami mengajak si toddler ini ke bioskop.
1. Pemahaman Anak terhadap Suatu Cerita
Fjo sudah bisa memahami satu gambaran atau satu tayangan cerita di film maupun di buku cerita. Jadi, menurut aku, kalau Fjo diajak nonton, dia udah bisa cukup mengerti filmnya itu tentang apa. Versi sederhananya, dalam 1 part pendek, Fjo tahu kurang lebihnya adegan di cerita itu lagi apa.
Kalau ada bahasan yang dia ga ngerti biasanya dia tanya. Atau, kalau ada yang aku ngeh dia ga ngerti, aku bisa langsung kasih tahu dia.
2. Anak Sudah Bisa Dikondisikan dan Diberi Arahan
Meskipun masih ada tantrum-tantrumnya,overall Fjo udah bisa dikasih arahan, dikasih gambaran tentang sesuatu.
Jadi, beberapa hari sebelum pergi, aku sama paksu udah kasih bayangan bioskop itu kayak gimana (suara keras di sisi-sisi ruangan, lampu dimatikan saat film berlangsung, ga boleh ngobrol atau bersuara yang mengganggu).
Aku juga kasih tahu, kalau dia ga nyaman dia harus gimana. Misal, kalau dia takut gelap, dia bisa minta pangku; kalau suara terlalu kencang bisa tutup telinganya pakai tangan. Kalau betul-betul ga nyaman kasih tahu mama, kita keluar dulu, ga jadi nonton gapapa.
Aku juga siapin popcorn (dibatasi konsumsinya) untuk jaga-jaga mengalihkayn perhatiannya kalau dia takut. Tapi anaknya ternyata ga mau nyentuh popcornnya karena feelsnya di bioskop masih cukup tegang 😂
Puji Tuhan aman sampai film selesai. Ada beberapa potongan cerita juga yang dia ingat karena dibahas terus beberapa kali 😄
3. Jenis dan Durasi Film
Untuk nonton bioskop pertamanya, aku pilih film Na Willa. Itu pun setelah baca reviewnya, jadi ga langsung nonton pas awal-awal filmnya tayang.
Kategori film, nuansa film, cerita, dan pace filmnya yang menurut review kids friendly, mendorong aku untuk makin mantep ajak Fjo ke bioskop.
Turns out, filmnya bener-bener relate sama kehidupan anak-anak. Pacenya slow, ga ada transisi scene yang cepet, jadi setiap dialog bisa lebih mudah dipahami sama anak-anak.
4. Jam Tayang
Aku juga mikirin jam tayangnya, jangan sampai tabrakan sama jadwal dia ngantuk.
Rekomendasi Snack di CGV
Supaya Fjo lebih nyaman pas nonton, kami beli popcorn untuk camilan di studio.
Awalnya kami pesan 1 yg salty, 1 caramel, untuk size yg biasa, total 90an ribu. Terus ditawarin sama petugas kasirnya, mau ga yang paket combo, 2 popcorn 2 minum (harga 115an), total 123ribuan karena yang caramel harus tambah sekitar 8 ribuan untuk paket ini.
Untuk paket ini free refill, ya. Mau refill after show pun bolehh.
Yang aku salut, petugasnya dengan ramah melayani dan inisiatif menawarkan lebih dari yang aku minta pas aku mau refill.
Aku refill baru setelah kami selesai nonton. Di benakku, yang bisa refill hanya minumannya ajaa. Ternyata, petugasnya langsung nawarin, “Ga sekalian popcornnya, kak?”
Wahh, happy sih ternyata boleh refill popcorn, lumayan banget buat cemilan di jalan pulang 😂
Thank you, CGV! 😄
Aku tanya, “Fjora takut?” Dia ngangguk.
Aku bilang, “Gapapa, mama di sini yaa,” sambil nggenggam tangannya.
Reaksi Fjora selama di Bioskop
Kembali lagi pas momen-momen awal kami sampai di bioskop, ya.
Pas sampai, Fjo happy eksplor sana sini di ruang tunggu. Masih mau foto-foto haha hihi.
Pas udah mulai masuk, mulai kelihatan beda gesturnya. Dia pelan-pelan melangkah masuk, lihat kanan kiri, mulai waspada sama sekitarnya.
Saat udah duduk dan tayangan iklan mulai intens, awal-awal gesturnya kayak takut, langsung meluk tanganku, kebetulan aku duduk di sebelahnya.
Mukanya agak tegang, tapi masih penasaran.

Di tengah-tengah film dia pindah ke aku, minta pangku. Jadi, sampai selesai nonton dia aku pangku.
Selama film, beberapa kali aku sambil menceritakan, menegaskan scenenya. Misalnya, “Itu kakaknya dibonceng mamanya, Fjo; Itu papanya kerjanya di kapal, Fjo, jauuhh.”
Kenapa? Supaya dia lebih paham sama scenenya. Tentunya sambil bisik-bisik yaa ngomongnyaa hihi.
Fjo juga cukup bersemangat menurutku, sempat menanyakan beberapa hal juga terkait filmnya, selama film ditayangkan.
Gapapa ya Fjo, pelan-pelan. Mumpung bioskopnya juga sepi banget, jadi sarana kamu belajar.
Next kita nonton apalagi, ya, Fjo? 😄
