Pandemi yang selama 3 tahun belakangan terjadi, memberikan dampak besar bagi berbagai sektor perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Laju perekonomian yang melambat mempengaruhi cara masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhannya. Perkembangan teknologi mulai dimanfaatkan sebagai salah satu media pemenuhan kebutuhan. Berbagai bidang pekerjaan beradaptasi dengan teknologi dan internet agar tetap bisa bertahan di tengah situasi pandemi yang sulit. Perlahan, online platform merebak, bisnis online menjamur. Meskipun demikian, banyak bisnis yang akhirnya terpaksa rehat atau bahkan gulung tikar karena tidak punya sumber daya yang mumpuni untuk bertahan. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan harus putar otak untuk bisa kembali menghidupi diri dan keluarganya. Puncaknya, resesi ekonomi ramai diperbincangkan akan terjadi di tahun 2023 ini. Lalu, bagaimana kita harus menyikapinya?
Side Hustle, Tren Baru Raup Penghasilan Lewat Hobi
Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar.
– Ridwan Kamil –
Istilah side hustle sudah tidak asing lagi di kalangan gen milenial dan gen Z, sebagai generasi mayoritas usia produktif di Indonesia. Memiliki side hustle bisa menjadi salah satu alternatif menyikapi resesi ekonomi agar pemasukan bisa lebih stabil. Side hustle merujuk pada kesempatan melakukan pekerjaan sesuai dengan hobi atau minat, sehingga pekerjaan cenderung dijalani dengan lebih menyenangkan. Terlebih di era digital saat ini, banyak terbuka peluang untuk menyalurkan hobi menjadi kegiatan sampingan untuk menghasilkan uang. Side hustle dilirik menjadi sumber tambahan penghasilan yang menarik karena fleksibilitas waktu dan tenaganya. Umumnya, pelaku side hustle memulai usaha mereka sendiri atau bekerja secara lepas, tidak terikat dengan satu perusahaan tertentu.
Isu kesehatan mental yang akhir-akhir ini mulai diangkat di berbagai media sosial membuat side hustle menjadi semakin menarik dipertimbangkan untuk menambah pemasukan. Salah satu realita yang terjadi di dunia kerja adalah mayoritas pekerja terpaksa menjalani rutinitas pekerjaan yang tidak sesuai minat mereka karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung. “Kerja apa aja deh, yang penting dapat gaji buat makan.” Dampaknya, pekerja menjadi lebih mudah stres jika menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, yang dapat berpengaruh juga bagi kondisi psikologis dan fisik manusia. Keseimbangan antara bekerja dan menjalani kehidupan di luar pekerjaan (work-life balance) dirasa perlu untuk bisa menjalani pekerjaan dengan tetap memperhatikan kesehatan mental, hati senang dan bisa menikmati kehidupan.
Untuk memulai dan menjalankan side hustle tentu memerlukan persiapan yang matang. Bagi yang belum pernah memulai usaha sendiri biasanya cenderung takut mengalami kegagalan. Namun, kalau belum pernah dicoba, kamu tidak pernah tahu apakah kamu akan gagal atau malah berhasil, bukan?
Jika tertarik untuk merintis side hustle, miliki dan kembangkan beberapa sikap berikut untuk mempersiapkan diri menjemput rejeki dari kran penghasilan yang baru ya.
- Memiliki Motivasi yang Kuat
Ketika menjalankan pekerjaan, konsistensi sangat diperlukan untuk bisa mencapai target yang diinginkan. Dalam prosesnya tentu akan ada masa-masa dimana pekerjaan tertunda karena suatu hal, misalnya kejenuhan dan ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan. Terlebih, jika masih ada pekerjaan utama, terkadang side hustle terlupakan. Jika ada motivasi yang kuat (strong why) saat memutuskan untuk memulai side hustle, akan lebih mudah untuk tetap konsisten menjalankannya dan semangat lagi untuk mencapai target yang diinginkan.
2 . Jeli Melihat Masalah dan atau Membuka Peluang
Bisnis atau usaha yang baik biasanya menjadi perhatian banyak orang karena bisa membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Sebagai pelaku usaha, kemampuan membaca masalah dengan baik dapat mendukung keberlangsungan usaha. Di samping itu, jika sepertinya tidak ada masalah besar di ‘pasar’ yang terkait dengan minat kamu, kamu bisa buka peluang baru dengan menawarkan varian produk / jasa terkait. Misalnya, jika hobi masak dan berminat menjual frozen food tapi sudah banyak kompetitornya, bisa mencoba side hustle dengan memproduksi sendiri dan berjualan produk frozen food yang lebih sehat tanpa MSG dan aman untuk anak-anak.
3. Manajemen Waktu dan Tenaga
Perencanaan yang baik tidak ada artinya tanpa pelaksanaan yang baik pula. Membuat jadwal adalah salah satu cara untuk membantu membagi waktu dalam mengerjakan aktivitas yang banyak. Buat pula skala prioritas agar semua target tercapai dengan maksimal. Selain itu, atur juga waktu untuk makan dan beristirahat agar tubuh tetap berstamina. Tubuh yang sehat dapat mendukung konsentrasi dan memberikan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
4. Fokus pada Kualitas, bukan Kuantitas Pekerjaan
Kualitas pekerjaan yang baik akan membantu proses marketing usaha, lho. Ketika kualitas pekerjaan baik dan memuaskan, klien / konsumen / pengguna produk / jasa akan merekomendasikan produk / jasa kamu ke pihak (calon customer) lain. Sebaliknya, jika kualitasnya buruk, sebesar apapun informasi produk / jasa kamu disebarluaskan, calon customer tidak akan datang karena tidak percaya pada kualitas produk / jasa yang ditawarkan. Jadi, buat dan pertahankan kualitas pekerjaan yang baik agar customer puas, sehingga semakin banyak pekerjaan yang dipercayakan kepada kamu.
5. Berpikiran Terbuka dan Mau Belajar Hal Baru
Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai suatu hal. Latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan, membuat setiap individu melihat lingkungannya dari kacamatanya masing-masing yang belum tentu sama. Ketika memulai dan menjalankan side hustle sesuai minat kamu, belum tentu orang lain akan menerima. Orang lain bisa saja memandang sebelah mata usaha yang kamu jalankan. Dengan berpikiran terbuka, kamu dapat menerima apapun pandangan orang lain yang berbeda denganmu. Terima segala kritik atau masukan dengan terbuka dan jadikan sebagai motivasi agar kamu bisa memberikan yang lebih baik lagi dan membuktikan bahwa keputusan kamu benar. Kritik yang membangun perlu kamu jadikan pelajaran untuk berkembang lebih baik. Di sisi lain, kritik yang menjatuhkan tidak perlu diambil pusing karena hanya akan menambah beban pikiran yang tidak perlu dan bisa menghambat kamu untuk berkembang.
Untuk bisa berkembang menjadi lebih baik dan mencapai target tentu memerlukan pembelajaran. Karena side hustle biasanya dikerjakan sendiri (keberhasilannya tidak di bawah tanggung jawab instansi / mentor tertentu), inisiatif untuk mau belajar hal baru harus dimiliki agar bisa semakin ahli di bidang yang kamu tekuni. Kamu tidak perlu bingung harus belajar dari mana karena teknologi yang kamu nikmati sekarang sudah menyediakannya. Banyak sekali sumber / instansi pembelajar yang menyediakan materi dan pengajaran secara online maupun offline, gratis maupun berbayar, bebas dipilih sesuai situasi dan kondisi kamu. Salah satu online platform yang bisa menjadi referensi adalah Impactful Writing. Jika memiliki minat di dunia tulis menulis, silakan mengikuti salah satu program unggulan yang ditawarkan, yaitu Certified Impactful Writing.
Program Certified Impactful Writing memberikan pembelajaran mengenai copywriting dan content writing yang saat ini sedang populer. Para peserta program akan mendapatkan sertifikasi sebagai impactful writer, seorang penulis yang tersertifikasi menghasilkan tulisan-tulisan yang berpengaruh bagi pembaca. Dengan mengikuti program ini, peserta mendapatkan modul, sesi mentoring yang dilakukan secara online, dan rekaman sesi mentoring yang bisa diputar ulang oleh peserta yang berhalangan hadir langsung saat sesi berlangsung. Jadi buat calon peserta yang tinggal di luar kota dan merasa waktunya terbatas buat belajar, jangan khawatir karena program ini bisa diikuti oleh siapapun, dari mana saja, dan kapan saja. Tertarik untuk mendaftar, baca informasinya lebih detail di sini ya!
6. Komunikasi dan Networking yang Baik
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan membantu kamu mengenalkan side hustle yang sedang dirintis kepada orang lain. Penyampaian informasi yang baik dapat membuka kesempatan untuk menjalin relasi dengan orang-orang yang baru. Dengan demikian, akan semakin banyak customer yang tertarik untuk menggunakan produk / jasa yang kamu tawarkan. Hal ini tentunya bisa mendukung kesuksesan side hustle dan meningkatkan penghasilanmu.
Gimana, sudah lebih yakin untuk memulai side hustle? Kalau kamu masih ragu, tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu. Dengan berani mencoba, kamu akan merasakan sendiri dinamikanya. Bersiaplah untuk kemungkinan kegagalan karena itu yang akan semakin memacu kamu untuk belajar lagi, meningkatkan skill-mu, dan bisa memberikan kualitas pekerjaan yang lebih baik lagi ke depannya.
Semoga berhasil, ya. Semangat!






